Tampilkan postingan dengan label Merokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merokok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 September 2019

Kebiasan Ini Yang Akan Merusak Ginjal Anda

Berita Burung - Menjadi salah satu penyakit degeneratif, penyakit Ginjal kronik memiliki peningkatan prevelensi yang meningkat dalam Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan. Dari 2 persen pada tahun 2013 menjadi 3,8 persen pada tahun 2018.
Padahal, Menkes, Nila Moeloek, mengatakan, penyakit tidak menular sebenarnya bisa dicegah. Karena sebagain besar penyakit tidak menular hadir dari kebiasaan pola hidup yang tidak sehat.
Dilansir AkuratHealth dari Reader's Digest, berikut tujuh kebiasaan buruk yang merusak Ginjal.
Makanan siap saji
Sebagian besar makanan olahan penuh dengan natrium yang tidak hanya buruk bagi jantung Anda, tapi juga dapat menyebabkan masalah Ginjal.
Ketika kamu makan terlalu banyak garam, tubuh mengeluarkan antrium dan kalsium saat buang air kecil.
Dokter dari Cleveland Clinic, James Simon, MD, Nephrologist, juga mengatakan hal yang serupa.
Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan batasan konsumsi natrium adalah 2.300 miligram per hari. Jadi, lihatlah label nutrisi atau komposisi sebelum mengkonsumsi apapun itu.
"Orang-orang memperhatikan karbohidrat dan lemak serta kalori, tetapi mereka mengabaikan natrium," kata James.
Tekanan darah tidak terkendali
Tekanan darah tinggi menyulitkan seluruh tubuh, termasuk Ginjal Anda.
“Ginjal pada dasarnya adalah satu set besar pembuluh darah dengan saluran kemih,” kata James.
Jika kamu memiliki Tekanan Darah tinggi di pembuluh darah besar Anda, Anda juga memiliki Tekanan Darah tinggi di pembuluh darah Anda yang lebih kecil.
Membiarkan Tekanan Darah tinggi tidak terkendali dapat merusak pembuluh darah yang menuju ke Ginjal, dan melukai organ itu sendiri.
Merokok
Jika kamu mengira kanker paru-paru adalah satu-satunya alasan untuk berhenti Merokok, itu salah.
Riset tahun 2012 menemukan bahwa berhenti Merokok selama 16 tahun atau lebih, dapat mengurangi risiko karsinoma sel Ginjal (bentuk paling umum kanker Ginjal pada orang dewasa) sebesar 40 persen.
Jarang minum
Tidak melulu harus minum delapan gelas air penuh untuk menjaga Ginjal bekerja dengan baik. Minum empat hingga enam gelas air putih sehari juga bisa membantu Ginjal akan tetap sehat.
Tetapi, minum hanya satu atau dua cangkir sehari bisa membahayakan Ginjal karena terganggunya kadar natrium. Tubuh yang dehidrasi juga sulit menjaga kestabilan Tekanan Darah.
"Ginjal sangat sensitif terhadap aliran darah. Saat dehidrasi, Tekanan Darah dan aliran darah ke Ginjal juga menurun," kata James.
Gemuk
Kelebihan Berat Badan dan pola makan tidak sehat membuat semua orang berisiko tinggi terkena diabetes tipe dua, yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan risko terkena penyakit Ginjal.
Dalam jangka panjang, masalah insulin yang dialami penderita diabetes tipe satu dan tipe dua dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut di Ginjal.
"Siapa pun yang menderita diabetes harus memeriksakan fungsi Ginjalnya dan air seni secara teratur," ujar James.
Obat penghilang rasa sakit
Jangan terlalu sering mengonsumi obat pereda nyeri. Obat anti -nflamasi seperti ibuprofen dan aspirin dapat mengurangi aliran darah ke Ginjal dan menyebabkan jaringan parut di organ tersebut.
Waspadai juga obat-obatan herbal yang tidak diketahui kandungannya. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya, apalagi dalam jangka panjang.[]

Sumber : Akurat.co

Selasa, 09 Juli 2019

Tak Merokok tapi Kena Kanker Paru, Begini Kata Ahli

Berita Burung - Dua hari telah berlalu setelah meninggalnya Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau Pusdatin BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, pada Minggu, 7 April 2019.
Sutopo meninggal dalam kondisi sedang berjuang melawan penyakit Kanker Paru yang diidapnya. Sejak pertama bapak dua anak ini divonis Kanker Paru, kondisi Sutopo sangat mengejutkan masyarakat. Pasalnya, ia tidak pernah merokok dan selalu makan-makanan sehat.
Tentunya, hal tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya, dan ingin lebih mengetahui apa sebenarnya Kanker Paruini, hingga akhirnya menjadi penyebab utama kepergian almarhum. Untuk mengetahui lebih dalam tentang Kanker Paru, dr. Danche Theno, Sp.P, akan menjelaskannya untuk Anda.
"Setiap pertumbuhan jaringan yang berlebihan yang tidak seimbang, itu bisa menyebabkan cancer. Itu prinsip dasar dari kanker apapun. Karena pertumbuhan sel yang upnormal itu,  yang berlebihan, terjadinya upnormalitas tersebut maka timbul cancer," katanya kepada AkuratHealth, secara eksklusif di Rumah Sakit Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin, (9/7).
Penyebab paling sering yang ditemukan pada pasien Kanker Paru adalah efek dari merokok, yang masih menjadi penyebab nomor satu. Namun bukan tak ada kecenderungan lain seperti faktor genetik, zat-zat karsinogenik yang berada di sekitar lingkungan. Hal ini juga dapat diindikasikan sebagai penyebab pertumbuhan sel kanker.
"Kalau kanker penyebab pastinya memang belum diketahui, tapi indikasinya ada. Bukan hanya perokok, tidak merokokjuga dia bisa kena Kanker Paru seperti bapak Sutopo, seperti ibu BJ Habibie, mantan Menkes kita dulu. Tidak merokok, tapi beliau seorang (yang sering di) laboratorium, yang setiap hari terpapar dengan bahan-bahan kimia. Karena kasinogenik berperan juga dalam membentuk kanker," jelasnya.
"Makanan pemicu kanker, kalau dilihat dari segi makanan itu seperti yang banyak bahan pengawetnya, makanan olahan, pewarna, gorengan pakai plastik, Junk Food, dan sebagainya. Itu masuk dalam katagori karsinogenik yang diduga juga sebagai pemicu dari pertumbuhan sel kanker. Kalau Rokok jadi penyebab utama, karena didalam Asap Rokok terdapat empat ribu zat berbahaya. Betapa banyaknya kasinogenik yang berada di Asap Rokok," tutupnya.
Jadi, terjawab sudah mengapa pria yang dijuluki sebagai pahlawan kemanusiaan ini dan penderita Kanker Paru lainnya dapat mengidap Kanker Paru walaupun tak merokok.
Untuk pembahasan lebih dalam lagi tentang Kanker Paru, seperti gejala yang harus diketahui, bagaimana pengobatan Kanker Paru di Indonesia dan lainnya, AkuratHealth akan memuatnya dalam halaman lainnya. Pantau terus, ya![]


Sumber : Akurat.co