Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2020

Sering Pakai Masker? Ini Tips Agar Tak Iristasi di Wajah

Berita Burung - Sekarang ini semua orang yang keluar dari rumah harus menggunakan Masker. Hal tersebut dilakukan agar tidak terpapar Virus Corona yang kini tengah mewabah di belahan dunia. 
Namun, jika menggunakan Masker dalam  jangka waktu yang panjang ternyata dapat menimbulkan masalah pada kulit. Tentu, ini menjadi dilema yang harus dihadapi. 
Seperti dirangkum AkuratHealth dari laman Real Simple, menurut sebuah penelitian terbaru dalam Journal of Wound Care dari University of Huddersfield di Inggris, Masker bedah atau medis dapat menyebabkan peradangan, bahkan hingga infeksi. 
Hal tersebut dikarenakan sifat iklusif Masker, dengan begitu napas akan terperangkap dan menciptakan lingkungan yang lembab. 
"Para pemakai berkeringat yang menyebabkan gesekan. Tekanan pada hidung dan pipi dapat menyebabkan infeksi," kata Profesor Karen Ousey, salah satu penulis studi.
Oleh karena itu, Ousey menyarankan agar tekanan Masker direndahkan setiap dua jam sekali. Jika di rumah, bisa dilepaskan terlebih dahulu. 
Dengan begitu, menurut Ousey akan bisa mengurangi kemungkinan berkembangnya luka akibat iritasi. Namun, yang utama dan terpenting yaitu menjaga Masker dan wajah tetap bersih. 

"Sebelum memakai Masker, gunakan pembersih wajah yang tidak mengandung topikal yang berpotensi mengiritasi. Karena dapat mengiritasi kulit," kata Deanne Mraz Robinson, MD, FAAD, dokter kulit bersertifikat di Westport, Conn, Amerika Serikat.

Sumber : Akurat.co

Ini Cara Simpel Agar Tak Stres di Tengah Pandemi Covid-19, Tak Sampai 10 Menit!

Berita Burung - Hadir rasa cemas di tengah Pandemi Covid-19 memang hal yang wajar. Namun, ketika terus menerus merasa cemas, maka akan berujung Stres dan mengakibatkan sistem kekebalan tubuh melemah. 
Menurut Tanya Peterson, penasihat bersertifikat dan penulis The 5-Minute Anxiety Relief Journal, ketika sedang Stres kronis maka tubuh akan berada dalam siaga merah. 
"Berarti, ini membahayakan sistem kekebalan tubuh dengan melemahkannya, sehingga terjadi kurang efektif melawan virus," katanya, seperti dirangkum dari laman Livestrong
Perlu kamu ketahui, Stres psikologis dapat menyebabkan tingkat kortisol tinggi, dan merusak fungsi sistem kekebalan tubuh. Kortisol merupakan hormon yang diproduksi sebagai respon terhadap Stres
Lantas, bagaimana cara mengurangi Stres? Salah satu cara terbaik dan sederhana yaitu bersyukur. Hal tersebut dikatakan oleh Brandi Moore, dokter naturopati di Scottsdale, Arizona.
Berdasarkan studi dalam Clinical Psychological Science pada Februari 2019, mengingatkan pola pikir positif dengan sistem kekebalan yang lebih kuat. 
"Ketika seseorang bersyukur, maka perspektif akan berubah, akan memberinya pandangan yang lebih positif tentang kehidupan dan mengurangi Stres," kata Moore. 
Beberapa hal bisa kamu lakukan, salah satunya menulis catatan harian ketika merasa Stres. Kamu bisa tuliskan bagaimana perasaannya atau apa yang dipikirkan dengan tetapkan tujuan yang jelas. 
Setelah itu, mulai dengan melakukan latihan Pernapasan selama empat detik, tahan napas selama empat detik, buang napas selama empat detik, dan tahan selama empat detik. Lakukan berulang hingga 3 kali. 

"Latihan ini melibatkan sistem saraf parasimpatisan, sistem yang bertanggung jawab untuk istirahat dan relaksasi," tutupnya. 

Sumber : Akurat.co

Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh, Perhatikan Teknik Memasak Makanan

Berita Burung - Orang lanjut usia dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, lebih rentan terhadap infeksi Covid-19. Untuk itu mengonsumsi Makanan sehat merupakan pilihan yang terbaik. 
Namun, tak hanya cukup mengonsumsi Makanan sehat, perlu juga cara mengelolanya agar nutrisi Makanan tersebut tetap terjaga.
Berikut beberapa tips mengola Makanan sehat yang dapat kamu lakukan selama karantina mandiri, agar nutrisi tetap terjaga dengan baik, seperti dirangkum AkuratKuliner dari laman The Health Site. 
Mengukus 
Teknik ini sangat populer di kalangan masyarakat, terutama Indonesia. Dengan mengukus sayuran atau bahan masakan lain dapat menyimpan lebih banyak vitamin. 
Karena, Makanan dimasak di atas cairan dan bukan di dalam air, sehingga sebagian nutrisi akan tetap berada di Makanan tersebut. 
Stir Frying 
Metode Memasak ini menggunakan sedikit minyak. Sayuran harus dipotong dengan ukuran yang sama, setelah itu dipanaskan diwajan yang sedikit diangkat tinggi sehingga Makanan dimasak dalam waktu yang minimal. 
Dengan begitu, dapat membantu mempertahankan sebagian besar nutrisi dari bahan Makanan
Microwave 
Metode Memasak kering seperti memanggang ini dapat mempertahankan jumlah nutrisi yang lebih besar. 

Dengan menggunakan microwave, sayuran tidak akan bersentuhan langsung dengan air. Bahkan, dapat mempertahankan lebih banyak vitamin. 

Sumber : Akurat.co

Butuh Layanan Perbankan? BNI Pastikan Nasabah Tak Perlu Keluar Rumah


Berita Burung - telah mengimbau perusahaan terhadap risiko tinggi penularan virus corona (Covid-19) untuk menjalankan sistem bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus mematikan tersebut.

Kebijakan itu menimbulkan ketidaknyamanan karena terjadi pembatasan kegiatan masyarakat, termasuk untuk menikmati layanan perbankan. Namun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengatasi hal itu dengan memaksimalkan pelayanannya dengan bantuan teknologi.

Hal ini yang memungkinkan pelayanan terhadap nasabah tetap berjalan. Dengan bantuan gadget dan koneksi internet, nasabah tetap dapat bertransaksi dan berinteraksi dengan petugas bank, dalam hal ini petugas BNI Contact Center, tanpa perlu keluar dari rumah.
Pemimpin Unit Pusat Layanan Pelanggan BNI Rahmat Pertinda menegaskan, BNI mendukung penuh imbauan pemerintah terkait Work From Home. Layanan BNI Call 1500046, tegas dia, tetap bertugas untuk membantu nasabah yang memerlukan layanan perbankan BNI.

"Nasabah tetap dapat menghubungi Layanan Phone Banking BNI Call 1500046 selama 24 jam untuk mendapatkan bantuan dari petugas tanpa harus meninggalkan rumah. BNI Call 1500046 dapat melayani permintaan informasi, perubahan data, penanganan keluhan dan transaksi melalui BNI Phone Banking," ujar Rahmat di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (17/3/2020).

Rahmat menambahkan, pada situasi ini nasabah dapat memanfaatkan layanan E Channel BNI seperti BNI Mobile Banking, BNI Internet Banking, BNI SMS Banking, dan ATM BNI. Apabila terkendala, imbuh dia, nasabah dipersilakan menghubungi 1500046.

Corporate Secretary BNI Meiliana menambahkan, apabila tetap membutuhkan layanan perbankan di cabang, masyarakat pun tidak perlu khawatir karena di setiap kantor cabang, BNI menerapkan protokol pengamanan corona.Protokol tersebut antara lain protokol tindakan preventif, yaitu berupa pengecekan suhu tubuh kepada semua orang yang masuk dan keluar dari kantor cabang BNI. Menyiapkan hand sanitizer di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau oleh nasabah. Hand sanitizer juga disiapkan pada para petugas di front office yang bertemu langsung dengan masyarakat, seperti teller dan customer service.

"Untuk perlindungan maksimal, kami telah menyemprotkan cairan desinfektan di kantor cabang BNI, ATM dan ruang-ruang kerja, sehingga penularan virus Corona akan semakin kami minimalkan," ujar Meiliana.


Sumber : Sindonews.com

Tidak perlu keluar rumah jika perlu Layanan Perbankan

Berita Burung - Pemerintah telah menghimbau perusahaan di daerah dengan risiko tinggi penularan virus corona (COVID-19) untuk menjalankan Sistem Work From Home, sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus mematikan tersebut.

Namun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) tetap memaksimalkan pelayanannya dengan bantuan teknologi. Ini yang memungkinkan pelayanan terhadap nasabah tetap berjalan. Dengan bantuan gadget dan koneksi internet, nasabah tetap dapat bertransaksi dan berinteraksi dengan petugas bank, dalam hal ini petugas BNI Contact Center, tanpa perlu keluar dari rumah.

Pemimpin Unit Pusat Layanan Pelanggan BNI Rahmat Pertinda mengatakan bahwa BNI mendukung penuh himbauan pemerintah terkait Work From Home. Layanan BNI Call 1500046 tetap bertugas secara prima untuk membantu nasabah yang memerlukan layanan perbankan BNI.

"Nasabah tetap dapat menghubungi Layanan Phone Banking BNI Call 1500046 selama 24 jam untuk mendapatkan bantuan dari petugas tanpa harus meninggalkan rumah. BNI Call 1500046 dapat melayani permintaan informasi, perubahan data, penanganan keluhan dan transaksi melalui BNI Phone Banking," ujar Rahmat di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (17 Maret 2020).

Rahmat menambahkan, pada situasi ini nasabah dapat memanfaatkan layanan E Channel BNI seperti BNI Mobile Banking, BNI Internet Banking, BNI SMS Banking, dan ATM BNI. Apabila mengalami kendala, silakan hubungi 1500046.

Corporate Secretary BNI Meiliana mengatakan apabila tetap membutuhkan layanan perbankan di cabang, masyarakat pun tidak perlu khawatir karena di setiap kantor cabang, BNI menerapkan protokol pengamanan Corona. Protokol tersebut antara lain protokol tindakan Preventif, yaitu berupa pengecekan suhu tubuh kepada semua orang yang masuk dan keluar dari Kantor Cabang BNI. Menyiapkan Hand Sanitizer di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau oleh nasabah. Hand Sanitizer juga disiapkan pada para petugas di front office yang bertemu langsung dengan masyarakat, seperti Teller dan Customer Service.

“Untuk perlindungan maksimal, kami telah menyemprotkan cairan desinfektan di kantor cabang BNI, ATM dan ruang-ruang kerja, sehingga penularan virus Corona akan semakin kami minimalkan,” ujar Meiliana.


Sumber : Bisnis.com