Rabu, 25 September 2019
Selasa, 17 September 2019
Dengan Pengelolaan Risiko Dinilai Sangat Baik, Bank BJB Raih Penghargaan TOP GRC 2019
Berita Burung - Dari Pengelolaan risiko yang baik menjadi salah satu kunci yang harus diterapkan dalam setiap usaha bisnis. Peran manajemen risiko yang lebih banyak berada di balik layar ini tak akan banyak terlihat. Namun demikian, fungsinya juga akan terlampau besar untuk diabaikan begitu saja. Bak menggali untuk menutup lubang, tanpa risiko yang terkelola dengan baik, penetrasi usaha yang dilakukan tak akan menjadi apa-apa.
Bank bjb menyadari betul signifikansi yang dimainkan pengelolaan risiko usaha ini. Fungsinya yakni untuk membangun dasar analisus yang kuat sehingga berbagai langkah pengambilan keputusan usaha yang dijalankan perbankan bisa terhindar dari risiko merugikan bahkan mendorong ekspansi keuntungan pada level optimal.
Pola manajemen risiko yang diterapkan bank bjb selama ini sudah terbukti berhasil memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan. Hal tersebut bisa dilihat dari kualitas kredit bank bjb yang berhasil dijaga dengan baik misalnya.
Catatan perseroan pada Semester I 2019 rasio Non Performing Loan (NPL) bank bjb terjaga di level 1,7% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 yang sebesar 2,61%. Sementara itu, rasio Net Interest Margin (NIM) bank bjb berada pada level 5,7% atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9%.
Sedangkan dari segi kinerja, tercatat total aset bank bjb berhasil tumbuh 6,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7% yoy. Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2% yoy.
Positifnya langkah pengelolaan risiko perusahaan ini juga diakui berbagai pihak yang kompeten, termasuk di antaranya Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center yang saling bekerja sama memberikan penghargaan TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2019.
Dalam hajat tersebut, bank bjb mendapatkan penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars. Bank bjb dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan.
Dewan juri menilai sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (GCG), manajemen risiko dan manajemen kepatuhan di perusahaan, berada di tingkat yang sangat baik sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan yang berkelanjutan. Direktur Kepatuhan bank bjb Agus Mulyana juga didapuk sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang ini.
"bank bjb menyadari berbagai langkah usaha yang dilakukan perseroan harus dilandasi oleh tujuan mulia untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi negeri. Seluruh keputusan perusahaan selalu didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, didukung analisis tajam untuk melihat berbagai peluang dan ikhtiar nyata demi mempertahankan kebutuhan nyata dan berkelanjutan," kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, M. As'adi Budiman.
TOP GRC adalah kegiatan pembelajaran bersama tentang governance, risk, and compliance sekaligus apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berkinerja baik dan telah menerapkan GRC dalam pengelolaan usaha bisnisnya. bank bjb sendiri selalu menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG) dalam setiap langkah usahanya. Penerapan sistem tata kelola ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menghindari potensi fraud yang merugikan berbagai pihak dari beragam aspek. GCG bank bjb telah terbukti bekerja dengan baik dan beberapa kali membuat perbankan diganjar penghargaan, tak terkecuali dari lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sumber : Ayobandung.com
Senin, 09 September 2019
Iniloh 5 Tanda Sifat Yang Tak Bisa Mengelola keuangan, Kamu Termasuk?
Berita Burung - Mengelola keuangan sebenarnya merupakan hal yang tidak begitu sulit, sebab sudah menjadi sebuah kewajiban untuk keberlangsungan hidup. Namun terkadang atau mungkin sudah mendarah daging, beberapa orang memiliki catatan Finansial yang buruk.
Dari banyak faktor penyebab anjloknya Finansial, kebiasaan dan karakter bisa menjadi faktor utama. Agar menghindari hal itu terjadi pada kita, berikut ini 5 jenis orang yang tidak mampu mengelola keuangan dengan baik.
1. Suka Menunda
Kesalahan terbesar dari pengelolaan keuangan adalah kebiasaan menunda. Misalnya saja, Anda suka menunda untuk membuat anggaran dan berusaha mencari alasan untuk tidak melakukannya.
Mulailah menetapkan tujuan saat ini dan segera melakukan tindakan. Mulailah menetapkan anggaran, membuka rekening tabungan, dan membiasakan diri berinvestasi.
2.Tipe Pamer
Orang seperti ini akan selalu terobsesi untuk merasa lebih unggul dari orang lain secara Finansial. Mereka akan melakukan apa saja agar terlihat lebih hebat dan lebih kaya dari orang lain.
Mulai dari membeli smartphone terbaru, membeli jam tangan mewah, membeli mobil, dan lain sebagainya. Hal yang salah adalah mereka memenuhi semua hal tersebut dengan cara berhutang.
Ingatlah bahwa kebiasaan pamer adalah sikap buruk yang bisa menghancurkan keuangan Anda. Meskipun memiliki karir yang hebat dengan gaji yang tinggi, Anda tetap akan memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada penghasilan.
3. Tidak Peduli Masalah Finansial
Tipe orang seperti ini suka menolak bahwa mereka memiliki masalah keuangan, suka menunda membayar tagihan, memiliki hutang kartu kredit dan tidak berusaha untuk membayarnya, dan tidak memiliki tanggung jawab keuangan terhadap diri sendiri.
4. Orang yang Pesimis
Orang yang pesimis akan selalu merasa kalah sebelum mulai melakukan sesuatu.
Mereka tidak mau memulai berinvestasi karena berpikir tidak akan bisa mendapatkan imbal hasil, mereka tidak mau mengambil resiko karena takut dengan kegagalan, dan tidak berusaha untuk meminta promosi karena merasa pasti akan ditolak oleh pimpinan mereka.
Solusi untuk mengatasi masalah pesimistis adalah mulai membangun motivasi secara perlahan. Miliki semangat untuk berjuang dan memulai sesuatu serta jangan pernah takut gagal.
5. Kurang Informasi
Mereka yang kurang informasi tidak akan pernah mengetahui cara pasar keuangan bekerja, cara memulai berinvestasi, dan cara mengelola keuangan dengan baik.
Kurangnya pengetahuan dan informasi akan menyebabkan mereka berpotensi kehilangan uang di masa depan. Hal ini bisa terjadi karena tidak adanya kapasitas untuk mengelola keuangan dengan baik.
Oleh karena itu, Anda harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan menambah pengetahuan keuangan. Jangan pernah berhenti belajar dan teruslah membaca buku dari para ahli keuangan terkemuka di dunia.
Jika telah memiliki dasar keuangan yang baik, maka inilah saatnya untuk menerapkannya di kehidupan nyata. Mulailah menjalani hidup hemat, menjalankan anggaran, dan membiasakan diri berinvestasi.[]
Sumber : Akurat.co
PSSI Tidak Ingin Melihat Suporter Berulah Bar-bar (Lagi) Saat Timnas Indonesia Jamu Thailand
Berita Burung - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berharap suporter Indonesia tak berulah saat timnas menjamu Thailand di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9). Sebelumnya, suporter Indonesia membuat keributan hingga mengganggu jalannya pertandingan antara Indonesia kontra Malaysia di SUGBK, Kamis (5/9).
Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha mengatakan ia ingin melihat suporter Indonesia bisa memberi dukungan secara positif. Pasalnya, prilaku konyol di laga kontra Malaysia, bila memiliki dampak yang sangat merugikan bagi Indonesia.
“Melawan Thailand besok kita kerahkan doa dan dukungan kita yang terbaik. Kita tunjukkan koreografi kita yang sangat cantik dan sangat baik yang kita punya untuk bisa memperkenalkan kepada dunia,” ujar Ratu Tisha, di Jakarta, Minggu (8/9).
Lebih lanjut, Tisha mengatakan bahwa selama ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar kejadian seperti di laga melawan Malaysia tidak terjadi. Namun, kesadaran suporter belum terbentuk.
Dia mengatakan untuk implementasi berbagai perencanaan yang sudah dilakukan itu, PSSI tidak bisa bekerja sendirian, tetapi memerlukan koordinasi dari kepolisian dan juga kesadaran dari para suporter Indonesia.
“Untuk pencegahan, media campaign, media sosialisasi, dialog, dan lain sebagainya telah kami laksanakan dengan sangat intensif,” kata Tisha.
Tisha mengaku sudah melakukan evaluasi untuk kericuhan di laga melawan Malaysia. Ia berharap kejadian yang sama tidak terulang dengan bantuan dari berbagai elemen masyarakat.
Dia menginginkan suporter dapat mengontrol diri. Karena saat ini Indonesia sedang menawarkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Oleh karena itu, dukungan yang positif bisa menyukseskan rencana itu.
“Sudah kami evaluasi bersama pihak kepolisian. Jadi kami berusaha melaksanakan dengan lebih baik lagi mengenai teknis-teknis pengamanan. Dari kepolisian pastinya bisa membantu,” katanya.[]
Sumber : Akurat.co
Sebanyak 941 Kendaraan Ditindak dihari Pertama Perluasan Ganjil Genap
Berita Burung - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, di 25 titik sistem Ganjil Genap yang baru diterapkan hari Senin (9/9/2019) pagi tadi pihaknya sudah menindak 941 kendaraan.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M. Nasir menjelaskan, jumlah hari ini masih bertambah mengingat penindakan ratusan kendaraan itu tergidung dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.
"Dari jumlah 941pelanggar ada sebanyak 617 yang SIM disita sebagai bukti tilang, kemudian sisanya sebanyak 324 STNK disita sebagai bukti tilang," ujar dia Senin (9/9/2019).
Nasir melanjutkan, penindakan terbanyak di hari pertama perluasan sistem ganjil genap ada di kawasan Gunung Sahari dan Pademangan, Jakarta Utara yaitu mencapai 251 kendaraan.
"Sebanyak 133 SIM disita dan 118 STNK disita," tutup dia.
Untuk diketahui, Pemprov DKI hari ini mulai menerapkan sistem ganjil genap di sejumlah titik kawasan Jakarta.
Berikut beberapa perluasan sistem ganjil genap terjadi :
1. Jalan Pintu Besar Selatan
2. Jalan Gajah Mada
3. Jalan Hayam Wuruk
4. Jalan Majapahit
5. Jalan Medan Merdeka Barat
6. Jalan MH Thamrin
7. Jalan Jenderal Sudirman
8. Jalan Sisingamangaraja
9. Jalan Panglima Polim
10. Jalan Fatmawati (mulai dari simpang Jl Ketimun 1 sampai simpang Jl TB Simatupang)
11. Jalan Suryopranoto
12. Jalan Balikpapan
13. Jalan Kyai Caringin
14. Jalan Tomang Raya
15. Jalan S. Parman (mulai dari Simpang Jl Tomang Raya sampai Simpang Jl KS Tubun)
16. Jalan Gatot Subroto
17. Jalan MT Haryono
18. Jalan HR Rasuna Said
19. Jalan DI Panjaitan
20. Jalan Jenderal A Yani (mulai dari simpang Jl Perintis Kemerdekaan sampai simpang Jl Bekasi Timur Raya)
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Selemba Raya sisi barat, Jalan Salemba Raya sisi timur
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalam Gunung Sahari.[]
Sumber : Akurat.co
Astronot Senior Minta NASA Ciptakan Pakaian Antariksa Terbaru Karena Demi Keselamatan
Berita Burung - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, NASA, berencana untuk mengirimkan kembali manusia ke Bulan pada 2024 dalam program yang disebut Artemis.
Namun, seorang astronot berpengalaman, Sandra Magnus, mempermasalahkan pakaian astronot milik NASA. Magnus, yang sudah mencapai ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sebanyak dua kali, mengatakan banyak yang harus diperbarui dari pakaian astronot NASA.
Ia mengatakan bahwa pakaian antariksa pada dasarnya adalah pesawat ruang angkasa milik satu orang yang layak mendapatkan tingkat pendanaan dan pengawasan yang sama.
"Mereka (baju) harus memiliki persyaratan keselamatan yang ketat, itu merupakan komponen penting, tidak hanya program Bulan, tetapi eksplorasi potensial yang mungkin dilakukan pesawat luar angkasa manusia di masa depan," kata Magnus seperti dikutip dari Business Insider, Senin (9/9).
Sebelumnya, Magnus mengangkat masalah tersebut atas nama Aerospace Safety Advisory Panel (ASAP) NASA, merupakan sebuah grup yang ditugaskan untuk mengevaluasi kinerja keselamatan NASA.
Sumber : Akurat.co
KPAI Bela Diri Setelah Menjadi Kambing Hitam Pamitnya PB Djarum
Berita Burung - Polemik dugaan eksploitasi anak dalam kegiatan audisi beasiswa bulutangkis djarum memasuki babak baru dan makin memanas. Pihak Djarum Foundation pun memilih untuk pamit dari audisi tahunan itu.
Rupanya, daripada mematuhi aturan yang ada, Djarum lebih memilih untuk menghentikan gelaran kegiatan audisi pencarian bakat anak dalam bidang bulutangkis yang telah dilakukan sejak 2006. KPAI pun menjadi pihak yang paling disesalkan oleh masyarakat atas sikap mundurnya Djarum dari audisi pada tahun depan. Tak mau terus-terusan disalahkan dan dihujat, KPAI memberikan pernyataan.
Hal itu disampaikan oleh komisioner Penanggung Jawab Bidang Kesehatan dan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif KPAI, Sitti Hikmawatty, kepada awak media, Senin (9/9).
"Untuk itu mereka (Djarum) pamit, dan kata pamit ini tiba-tiba saja menjadi trending, dan public menyalahkan pemerintah dalam hal ini KPAI atas keputusan yang dibuat Djarum," buka Sitti.
Menurut Sitti, kejadian ini menjadi sebuah hal yang menarik, mengingat sejak awal KPAI mendorong berbagai kegiatan audisi yang bersifat positif sesuai perkembangan bakat anak, serta merupakan upaya pemenuhan hak anak, tidak hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga dalam bidang lain seperti seni yang menjadi minat dan bakat anak tersebut.
"Namun, untuk kegiatan audisi yang mengandung unsur eksploitasi tentu menjadi perhatian tersendiri karena melanggar tata peraturan dan perundangan yang berlaku," tambahnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa audisi adalah suatu bentuk proses seleksi, bukan pembinaan.
"Hal ini penting disampaikan bahwa dalam rapat tanggal 4 September memang disampaikan akan mencari bentuk proses seleksi yang lain, ini diksi yang harus tegas difahami, agar tidak terjadi bias pemahaman," tambahnya.
Artinya jika audisi dalam bentuk besar-besaran dan ekspose penuh media namun melanggar undang-undang, bisa ditinggalkan dan akan diganti dengan proses seleksi dengan skala yang lebih kecil namun tidak melanggar undang-undang.
Sitti juga menambahkan bahwa KPAI hanya menjalankan regulasi dari aturan yang ada, bukan untuk menjatuhkan, apalagi menghentikan audisi. Lebih lanjut Sitti berharap semua pihak untuk tidak tergiring opini yang berbelok dan berbuat hal yang tidak dibenarkan.
"Akan halnya, pembinaan tetap berjalan. Saya setuju pendapat Anggota Komisi VIII DPR RI, Bapak Sodiq Mujadid bahwa kita dalam hal ini harus tetap berkepala dingin, tidak baper dan lebay," tutupnya.
Seperti diketahui, permasalahan kasus ini ditenggarai oleh pemakaian kaus bertuliskan djarum dan juga logo serta title Djarum di kawasan olahraga dalam audisi tersebut. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Djarum tidak lagi membawa namanya sebagai embel-embel di setiap audisi, karena itu dinilai merupakan bentuk promosi tak langsung.
Hal tersebut juga dinilai telah menyalahi aturan PP 109/2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan. Selain itu PB Djarum juga melanggar Pasal 47 nomor 1, yakni mengikutsertakan anak-anak pada penyelengaraan kegiatan yang disponsori rokok.
Sumber : Akurat.co
Langganan:
Postingan (Atom)




